Jokoparadise’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Arsip untuk Desember, 2008

Cita-cita Agama-agama

Ditulis oleh mousemarmoot di/pada Desember 11, 2008

Agama-agama selalu bercita-cita tinggi atas penyelamatan segala yang ada di alam ini, mejauhi hari kiamat yang terasa selalu begitu dekat, menyelamatkan manuisa-manuisa, dan segala kebaikannya, namun betapa sekaan Tuhan memenuhi akan Hasrat ke_Penciptaanya menciptakan agama-agama, yang dimungkinkan/tentu Iblis/setan pun Ia ciptakan untuk sebuah pembuktian akan Ke-cintaan MAnusia terhadap-Nya, menjadi pengoda, menjadi penggangu, menjadi segala kebencian manuisa.

Cita-cita agama-agama itupun terkotori dengan berbagai konfik kegaman didunia ini, sekan cita-cita itu semakin jauh dan justru mebuat dunia ini terasa tidak aman. sebagian manusia menafikan akan keberagamaan, dan memilih untuk merasa tidak memiliki lagi agama.

semakin sulit agama-agama menciptakan cita-cita dari agama yang begitu tinggi dan heroik, dan terasa dunia ini semakin mencekam atas begitu banyaknya aksi-aksi pembunuhaan yang membabi buta mengatas namakan agama yang mereka anut. Seakan kecintaan terahadap sesama manuisa menjadi hilang, pembunuhan dengan kebencian dan kegilaan untuk berkuasa, seakan Tuhan tak berkuasa jika mereka tak juga berkuasa.

Entahlah, mungkin benar adanya manusia hanya dikaruniai perngetahuan yang sedikit, tak sebanyak yang Tuhan tahu.

Akankah ratu adil (Allah) tak juga berkuasa jika Satrio Piningit tak juga muncul, mungkin sebagai manuisa harus selalu memingit diri  dari berbagi perilaku jahat dan tidak lagi menggusur pedagang nasi dipinggir jalan, justru sebalikanya mebela mereka yang lemah dan kesulitan, itulah satria.

Ditulis dalam Tidak terkategori | Leave a Comment »

Agama yang sempurna…

Ditulis oleh mousemarmoot di/pada Desember 9, 2008

Agama yang sempurna tentu sudah di turunkan ke dunia tapi… sipakah yang telah sempurna menjalani agamanya begitu sesempurna ajaran yang ada, dan begitu banyaknya manusia telah merasa dirinya begitu sempurna menjalaninya hingga seakan melebihi para nabi bahkan s ekali gus mengaku sebagai nabi baru, bebas membentak mereka ayng masih baru saja belajar, dan menyalahkan mereka yang telah lama belajar namun belum juga tuhan menganugerahi kesempurnan memahami agama yang sempurna.

Ku ingat sebuah kisah, Nabi Ibrahim AS, betapa beliau selalu menanyakan kebenaran mimpi yang beliau alami untuk menyembelih putraya Ismail AS, beliau begitu gusar akan sebuah perintah Allah swt itu akan kebenarannya, hingga mimpi yang terkhir beliau begitu yakin akan mimpi tersebut. Beliau seorang NAbi dan bapak para nabi, beliau pun selalu bertanya akan kebenaran dari perintah Allah SWT, bukan hanya sekedar nafsu untuk mebunuh, atau memutilasi orang.

menyembelih putra yang selama ini didambakan dan tentunya sangat ia cintai adalah berat, mungkin hal itu akan berbeda dan teramat mudah bagi beliau jika Allah menyuruhnya untuk menyembelih orang yang  beliau benci, dan begitu semua orang ingin membunuh yang ia benci adalah hal yang logis dan seakan tak perlu berpikir panjang.

Ditulis dalam Tidak terkategori | 1 Komentar »