Agama-agama selalu bercita-cita tinggi atas penyelamatan segala yang ada di alam ini, mejauhi hari kiamat yang terasa selalu begitu dekat, menyelamatkan manuisa-manuisa, dan segala kebaikannya, namun betapa sekaan Tuhan memenuhi akan Hasrat ke_Penciptaanya menciptakan agama-agama, yang dimungkinkan/tentu Iblis/setan pun Ia ciptakan untuk sebuah pembuktian akan Ke-cintaan MAnusia terhadap-Nya, menjadi pengoda, menjadi penggangu, menjadi segala kebencian manuisa.
Cita-cita agama-agama itupun terkotori dengan berbagai konfik kegaman didunia ini, sekan cita-cita itu semakin jauh dan justru mebuat dunia ini terasa tidak aman. sebagian manusia menafikan akan keberagamaan, dan memilih untuk merasa tidak memiliki lagi agama.
semakin sulit agama-agama menciptakan cita-cita dari agama yang begitu tinggi dan heroik, dan terasa dunia ini semakin mencekam atas begitu banyaknya aksi-aksi pembunuhaan yang membabi buta mengatas namakan agama yang mereka anut. Seakan kecintaan terahadap sesama manuisa menjadi hilang, pembunuhan dengan kebencian dan kegilaan untuk berkuasa, seakan Tuhan tak berkuasa jika mereka tak juga berkuasa.
Entahlah, mungkin benar adanya manusia hanya dikaruniai perngetahuan yang sedikit, tak sebanyak yang Tuhan tahu.
Akankah ratu adil (Allah) tak juga berkuasa jika Satrio Piningit tak juga muncul, mungkin sebagai manuisa harus selalu memingit diri dari berbagi perilaku jahat dan tidak lagi menggusur pedagang nasi dipinggir jalan, justru sebalikanya mebela mereka yang lemah dan kesulitan, itulah satria.