Aku masih teringat waktu itu, banyak bunga dan kupu-kupu di sekitar rumah, warnanya kebanyakan kupu-kupu yang berwarna kuning, beterbangan kesana kemari dan hingap diantara bunga bunga terutama bunga kenikir, ada yang berkejaran ada yang hanya terbang rendah, bahkan terbangnya ada yang tinggi pula di antara pepohonan dan setinggi pohon bambu…suasananya sangat nyaman,.. tap mereka telah pergi..
Banyak belalang tanah waktu dulu, warnanya seperti warna tanah, kecil-kecil berloncatan di antara rerumputan, asik juga menubruknya, dan di masukkan kantung plastik trus plastik itu dilobangi dengan lidi biar , belalangnya bisa bernapas katanya,…
dulu waktu kecil bulekku suka menangkapi ikan-ikan gabus di sesawahan hingga banyak sekali di dalam gentong tanah di depan rumahnya untukku..
kini aku hanya seorang yang betapa sampah yang tak ada gunanya , setiap aku datang aku tak pernah mebawakan apapun yang mungkin membuat kedua adikku anak bulekku menjadi gembira ya walaupun mereka senang atas hadirku, sekarang mereka sudah menjadi para pemuda yang siap pergi ke manapun untuk menjadi orang,..
dan kupu-kupu itu, menipuku habis, aku terjerembab dalam dunia mimpi kosong yang tak kan mungkin aku menjadi sekecil dulu yang betapa sangat diharapkan suatu saat nanti menjadi seorang yang gagah, berwibawa, dan saat ini masih juga suka merengek kasih sayang.. kupu-kupu dan belalang tanah itu menyimpan dendam..
ah mungkin burung-burung yang mungil itu.. mungkin jika aku kembali anak-anak ku takkan pernah lagi mennagkapnya, mungkin sekedar ku tengok dan tak perlu aku mengkapnya, mungkin dunia ini lebih indah..