innalillahi waiinnalillahi rojiun, telah menjadi samapah begitulah, sebuah kertas-kertas usang itu hilang yang sebanyak satu lemari, dan lagi aku di tanya oleh sekretaris PWNU DIY atas raibnya barang-barang usang itu, dan anehnya tinggal sampul-sampulnya saja, para tangan jahil telah mengambil lembaran-lemabaran kegitan PWNU DIY, surat menyurat dan entah palagi, mungkin file dan surat-surat semenjak PWNU DIY mulai berkegitan sekitar tahun 1980-an, kemaren ku temukan satu bendel yang telah kaku dan menyatu di atap-tak dapat di buka selemabar demi selemabar, sebuah catatan muktamar-muktamar kegitan FATAYAT NU, yang kemungkinan termasuk file yang hilang itu.
Surat itu memang di cari oleh sekretaris PWNU DIY sehubungan akan adanya penulisan sejarah PWNU DIY, dan begitu melihat buku-buku selemari itu tinggal sampulnya aja SEkretaris PWNU DIY lemas.
KEmanakah lembaran-lemabaran sejarah PWNU DIY itu, akankah ada tangan jahil yang mengambilnya dan menjualnya ke tukang kertas, dan memang salah satu ventilasi telah rusak sudah lama dan ada orang yang masuk lewat fentilasi itu, mungkin pencuri, mungkin remaja-remaja ayng suka main di sekitar PWNU DIY, karena memang di sana semacam PLAy Stationnya anak-anak yang suka mbegal burung merpati dan main layang-layang.
Ventilasi itu tleah di ttutup dengan kayu oleh penjaga di situ, namun ternyta kayu penutup itu tetap saja hilang sehingga Ventilasi itu bisa di masuki orang.
namun anehnya komputer bekas di situ tak di ambil oleh tangan-tangan jahil itu ikut diloakkan. Ah entahlah mungkin sejarah PWNU DIY laku di pasar loak. Semoga tuhan mebantu dan semoga semua lemabga yang pernah berhubungan surat-menyurat dengan PWNU DIY mau meluangkan waktunay untuk mengkopi surat-surat dengan PWNU DIY dan mengirimkannya ke kantor PWNU DIY.