MENYIKAPI FILM “Fitna” KARYA WILDER
Dalam film “fitna” wilder menuduhkan aksi teror terhadap gedung WTC di amerika yang di duga menewaskan ribuan orang itu di lakukan oleh Islam dengan dorongan-dorongan beberapa ayat, yang sementara Islam memang sebuah agama besar dan terorganisasi secara resmi OKI (Organisasi Konfrensi Islam), akankah organisasi yang lain seperti Al-Qaeda adalah sebuah oraganisasi yang terkait oleh OKI? Belum jelas di ketahui! Juga siapa pelaku aksi penyerangan terhadap WTC belum jelas akan otak dari penyerangan itu kecuali Khalid Syeikh Muhammed, yang juga masih di ragukan oleh banyak kalangan Islam akankah dia sebagai otak dari penyerangan itu, yang belum tentu terkait oleh organisasi yang resmi yaitu OKI.
Bahkan dari kalangan Islam tersebar isyu penyerangan terhadap gedung WTC adalah aksi pengkhianatan oleh Bush sebagai titik mencari peluang menuju perang yang lebih besar, di karenakan sebuah isyu perang dingin antara Islam dan barat setelah hancurnya Komunisme, di karenakan Islam di anggap mebahayakan selain dari golongan komunisme. Kemungkinan isyu perang dingin inilah titik awal tragedi WTC.
DAlam memahami perang dingin ini, secara resmi Islam tidak pernah perang dengan siapapun, kecuali kekafiran, yang mana penuduhan kekafiran tidaklah boleh di timpakan begitu saja terhadap kelompok tertentu di dunia ini. Tentu lebih lengkapnya ada ajaran “melawan dan memerangi tindak ketidak adilan di muka bumi” dari setiap agama yang ada, Karena penjajahan adalah hal yang harus di tentang, dan di lenyapkan dari muka bumi.
Untuk memahami film “fitna” sebagai film anti terorisme, film ini terlalu memojokkan Islam yang sebenarnya Islam adalah terdiri dari berbagai macam golongan dan tingkatan dalam memahami ayat-ayat yang terdapat dalam Al-quran yaitu 6666 ayat dan pula ribuan hadist yang ada. Maka film “Fitna” di anggap sekedar fitnahan terhadap Islam karena memuat ayat-ayat dari Al-quran, sementara dari kalangan Islam sendiri belum di jelaskan siapa pelaku teror yang ada, akankah aksi teror ini ada dalam agenda organisasi resmi Islam OKI?
Dalam menyikapi film ‘fitna’ film ini adalah versi Wilder yang telah ia edit untuk sebuah kepentingan yang tentu belum jelas, akankah sekedar documenter untuk pribadi atau umum? Nah jika untuk umum pun tidak jelas pula tujuannya akankah documenter itu sebagi kritik terhadap pemahaman ayat oleh kalangan Islam ataukah bermaksud tertentu. Secara moral dalam pembuatan karya terntu sangat di butuhkan pengantar sehingga di ketahui maksud dan tujuan dari sebuah karya.
Dalam harapan penulis semoga semua mendapat petunjuk untuk mendapati perdamaian dunia, dan hilangnya aksi teror di dunia ini yang sangat meresahkan, Islam adalah ajaran agama yang damai dan bukan ajaran agama untuk menjadi pengecut seperti aksi-aksi terorisme yang telah ada.
Semoga Wilder mempelajari agama Islam secara benar, bukan hanya mencari titik kelemahan dalam Islam, semoga mendapati petunjuk dalam mepelajari Islam, dan secara moral wilder akan terus menjadi orang anti terorisme adalah harus. Secara moral pula dalam mebuat film “fitna” wilder tetap harus melengkapi kekurangan dari karya itu, sebagaiman belum jelasnya maksud dan tujuan dari karya itu jika di peruntukkan untuk umum. Andai kata film itu adalah karya yang lemah akan kualitasnya sebagi sebuah karya maka tentu karya itu tidak pantas bagi orang-orang Islam atau umum. Jika film ini di akui kualitasnya oleh umum begitu saja dan terjadi pemusnahan terhadap seluruh muslimin di dunia ini, film ini akan lebih sebagi titik upaya melenyapkan seluruh umat Islam yang belum tentu bersalah/ dan setuju akan aksi-aksi teror yang ada. PEACE!!